Cerita Sex Seorang Duda

Cerita Sex Seorang Duda

Namaku Andra seorang duda, umurku 33th, dengan tinggi 170cm dan berat 64kg, serta kulitku lumayan putih. Mungkin dikira wanita2 yang disekelilingku, ak anak orang yg berkecukupan tp mereka meleset krn ak hanya anak orng biasa dan sederhana. Aku bersyukur diberi paras yg lumayan jg, tmn2 bilang musex(muka ngesex). Libidoku termasuk tinggi, Bibir yang enak dikulum(menurut wanita2 yang pernah berciuman dengan ak), lidah panjang lancip(wanita2 suka jilatanku yang bikin mereka orgasme dan ketagihan)karena memang ak suka sekali jilatin memek mereka.

 

Klo ukuran Penisku biasa saja tapi bengkok ke kiri, tp menurut wanita2 yang pernah menjalin hubungan denganku tidak mempermasalahkan ukuran Penisku dan mereka maklum sekali(karena yang paling bikin gemes n ketagihan mereka sama ak itu adalah bibir dan lidahku, bisa buat mereka orgasme berkali kali dengan jilatan lidahku). Sekarang ak sangat menikmati hidup dengan kesendirianku. Dan tidak lupa ak penyuka sex yang aman. Tipe cewek yang ak sukai adalah kulit bersih, tapi ak cenderung lebih suka kulit puber(putih bersih), yang paling utama mempunyai sepasang kaki yang indah (paha dan betis yang menggagirahkan) , badan sexy, payudara oke, wajah relatif yang penting enak dipandang,mempunyai vagina yang terawat(bulu dicukur rapi) ,umur wanita yang ak sukai biasanya lebih tua dari ak ,ga tau kanapa ak suka wanita yang lebih tua mungkin nyaman dan pengalaman kali. Apalagi klo lihat wanita umur diatas 35th yang sexy dan badannya terawat, tambah nafsu akunya. Tidak menutup kemungkinan wanita yang umurnya di bawah ak, jg suka yang penting seperti tipe ak diatas. Wanita bertubuh mungilpun ak pernah jg.
Kini aku tinggal bersama Paman n Bibi di salah satu kota di Jawa Tengah tepatnya di daerah kota Solo. Aku sekarang lg belajar usaha kecil2an dengan modal yang pas2an , , tp ak menikmati bekerja sendri. Dan berharap ada yang ngasih modal ato kerjasama bareng.

Di dalam waktu yang tepat ini ak akan bercerita tentang kisah sedihku dulu. Aku pernah menikah dengan seorang janda beranak 2 (cowo semua) dari kota lain th. 2000. Dia keturunan Menado-Belanda dng tinggi 168cm dan berat 55, walo udah melahirkan 2 orang anak tp msh kliatan cantik dan sexy, orang ga bakalan nyangka klo dia itu janda. Wajahnya ga kalah sama artis dng body yang sexy, paha dan betis yang sempurna, kulit mulus putih bersih, leher jenjang, mempunyai payudara yang indah, memek merah jambu warnanya dan dihiasi bulu2 tipis. Wanita semacam dia adalah tipe aku banget. Meskipun pernikahanku kurang disetujui orang tuaku, tp tetep ak jalani dengan tanggung jawab dengan aku bs menerima status dia dng anak2 tiriku yg aku sayang. Semua kebutuhan mrk ampe sekolah aku penuhin dan kebutuhan rumah tanggaku jg, namun sebagai pria normal yang bernafsu tinggi, penyaluran sexku adalah utama, hampir tiap hari aku melakukan hub sex dngn dia, dmn pun tmpt di dlm rmh ak coba, Petualangan sex di dlm rumah dengan berbagai kondisi pernah kami coba, dan pada akhirnya, setelah perkawinan menginjak tahun kedua yaitu th 2001 istriku mulai berulah dan berubah dengan memfitnah klo ak selingkuh dengan tetangga, dia melaporkan hal ini ke keluarganya yang tinggal disebelah rumah kontrakanku. Istriku membuat cerita2 bohong tentang diriku, dan ak meyakinkan keluarganya dan istriku bahwa ak tidah pernah melakukan perselingkuhan, sampai2 ak berani di sumpah. Karena ak betul2 tidak melakukannya. Tetap saja istriku semakin berulah dengan pulang selalu terlambat dan itu berlanjut. Tabunganku pribadi msh tetap dibawanya, rencana ak memang mau beli rumah mungil di daerah itu. Tabunganku itu sebagian uangnya merupakan pemberian dari orang tuaku. Agar aku bisa memiliki rumah walo sederhana dan tidak perlu kontrak lg. Seiring waktu berjalan hampir tiap hari ngajak ribut, ak merasa di dlm neraka. Ribut dan ribut terus. Posisi waktu itu ak memang sedang tidak bekerja, hanya serabutan. Dan penghasilanku tidak mencukupi. Kadang ada kerjaan kadang ya sepi. Pernah mencoba berdagang dengan berjalan kaki keliling kampung menjual sandal japit walo untung mepet tetep aku jalani. Klo ga laku ya langsung kena damprat istriku. Coba berdagang makanan yang ak bikin sendiri tapi mengalami nasib yang sama, ga banyak terjual. Menginjak tahun ketiga perkawinan rumah tanggaku semakin kacau. Adanya semakin menjadi krn ulah istriku, dtambah dlm setahun dua kali dia operasi krn hamil di luar kandungan, ada kista yang menutupi indung telurnya. Operasi pertama terjadi pada bulan april th 2002 krn ada pendarahan organ dlm perutnya, kubawa ke rumah sakit diperiksa dan ternyata istriku hamil tanpa sepengetahuanku, dia sengaja tidak memberitahuku dan digugurkan bayi yang di dalam rahimnya atas persetujuan ibu mertuaku…”Gila….” Pikirku…. Kenapa dia melakukan itu….. ak kan juga pingin punya anak dari dia, kata ibu mertua dan istriku “ Ntar kasian anak2(maksudnya anak2 istriku itu)”…….Ak juga tidak habis pikir, selama ini ak sama sayang banget dan sudah ak anggap anak sendri, dr hal kecil ak perhatikan dan tanggung jawab ke mereka dan keluarga. Ak mencoba mengerti kata ibu mertua dan istriku, tp ak ga trima, rasa ini hanya ak pendam sampai istriku menjalani dan perawatan pasca operasi. Aku tetap memperhatikan dia dngn penuh tanggung jawab walo hatiku sakit. Ak mencoba untuk ikhlas. Dengan biaya semua ditanggung keluargaku. Pasca Operasi akupun mengalami nasib ga enak lagi, ga dapet jatah ngesex selama setahun. Ak hanya bs bersabar, tp klo keinginanku meledak. Ak hanya bs ngesex sama TanTe RoSa ( Tangan Tengen Ro Sabun ) itu istilah jawa klo di indonesiakan ( Tangan Kanan Sama Sabun ). Klo Aku tak tahan, nafsu birahiku minta dituntaskan. Akupun pergi kekamar mandi. Sampai di kamar mandi, kukeluarkan penisku dari balik celanaku. Kukocok-kocok sekitar lima belas menit. Dan crot! crot! crot! Spermaku muncrat kelantai kamar mandi. Lega sekali rasanya. Memang nasibku kurang baik, tp daripada jajan ak ga mau. Takut kena penyakit jg dan pada prinsipnya ak ga suka jajan gt. Berjalannya waktu hidupku semakin tersiksa, istriku masih berulah tetap pulang telat alasannya banyak kerjaan, anak2nya semenjak kami menikah jarang sekali diperhatikan dia, dari suapin anak,mandiin mereka, klo malam selalu ngompol yang gantiin ak juga dengan ngantuk2 dan istriku dengan pulasnya tidur. Kadang ak berpikir, gila bener selama nikah ternyata ak jd pembantunya tanpa ak sadari. Ak hanya bs sabar dan ikhlas krna ak tanggung konsekuensinya dah nikah ma dia. Waktu berjalan terus pada bln November 2002, istriku kesakitan di dlam organ perutnya, ak periksakan kembali dan ternyata penyakitnya sama, ad kista di indung telurnya dan harus diangkat krna pernah menjalai operasi pertama.Ak hanya bs pasrah dan berdoa di beri kekuatan,kesabaran dan keikhlasan, cobaan selama 3th perkawinanku ternyata lom berakhir. Setelah mendapat persetujuan, operasi segera dilakukan telah berhasil walo hatiku sedih. Kami sama2 sedih krn diberi cobaan berat. Setelah menjalani perawatan sampe selesai, ak diliputi kebingungan krn uangku tidak cukup untuk membiayai operasi dan perawatan. Ak beranikan telpon rumah tentang keadaanku sekarang sama orang tuaku, mereka kaget dan bs mengerti akan kesulitanku, mereka akhirnya membantu membiayai semuanya. Ak sangat malu sekali seperti ditampar mukaku waktu itu, sudah berkeluaraga tapi msih merepotkan orang tua. Tp mrk tetep sayang sama ak. Waktu demi waktu, istriku tambah berubah sama ak. Kumat lg ulahnya……seperti yang diatas kelakuannya terhadap ak…Dan dia pernah berkata kepadaku….”Gara2 km, ak operasi dua kali!”……………Hatiku serasa diirisdan dalam hati kubertanya ” Kurang apa ak selama ini,dan apa yg diberikan dia kepadaku, ak hanya dimanfaatin”…..Walo ak kerja serabutan, tp ak tetep tanggung jawab dan berusaha sekuat tenaga. Setelah istriku operasipun ak bekerja sebagai kuli bangunan, itu selama 2 bln dan menerima bayaran seminggu sekali, bayaran tetep ak kasih walo sebenernya istriku malu ak sebagai kuli bangunan. Klo dibilang ga pantes ya lumrah, ak punya badan dan muka yang lumayan. Tp apa boleh buat, namanya tanggungjawab sm kluarga apapun dilakukan yg penting hasilnya halal. Tp kelakuan istriku bukannya menjadi baik tapi malah semakin tidak homat dan tidak menghargai sama ak. Tabungan yang sengaja tidak ak otak atik yang sekiranya ak simpan untuk beli rumah mungil kandas sudah, habis sama istriku. Ga tau untuk apa, dia dengan entengnya berkata..” Emang ak ga butuh duit?”… tp alasannya ga jelas yang semakin bikin ak muak sama dia….Dalam hati kuberkata ” Sampai kapan cobaan ini”…..Uang menipis, dia minta duit lagi…Ak bilang ga punya…..Dia malah ngomong seenaknya tanpa perasaan ” Klo ga bs kasih duit, ak bs minta lelaki lain…msh byk yang mau denganku!’ ….Dalam hati Ak bertanya” Ak ini kenapa ya, di dpn dia kayak mati kutu….semacam disetir dia…..kyaknya ad yang salah dlm diriku ini!”…….Ak ingat2 ternyata dia suka sekali pergi ke orang pintar entah apa tujuannya, pernah dia keceplosan. Dan memang benar kluarga dia itu suka mistik………..beberapa hari setelah mendengar perkataan itu, ak mulai persiapan buat ak sendri. Mulai kumpulin uang seribu rupiah setiap hari dan mulai terkumpul ak simpan yang aman. Sebulan kemudian ayah mertuaku meninggal, menurut kabar berita yang ak terima, beliau kena guna2 dr teman sekantornya yang iri terhadap karir ayah mertua. Ak percaya ga percaya, yang penting ikhlasin saja kepergian beliu. Beliau paling baik terhadapku dan tak pernah terpengaruh omongan serta cerita2 bohong dr istriku dan ibu mertua. Beliau tau akan posisiku, mengerti dan memahami di dlam rumah tanggaku yg bermasalah. Setelah 2 minggu wafatnya beliau, ak beranikan diri pamit ke ibu mertua untuk pulang ke daerah asalku mencari pekerjaan yang menjajikan karena ak ditawari ayahku pekerjaan diperusahaan yang ternama disalah satu kota Y. Ak pamit ibu mertua dan kedua anak2 tiriku yg sudah seperti anak kandung sendiri. Mereka menangis terisak isak sambil berkata…” Papah Om jangan pergi, siapa yg temenin kita?”…..Ak jg sedih waktu mo meninggalkan mereka, tp bagaiman lg ini memang keputusan yang harus diambil……Ak berusaha membujuk dan berjanji akan menengok mereka…….Ak pergi tanpa sepengetahuan istriku, waktu itu dia sedang bekerja. Krn ini memang rencanaku untuk meninggalkan dia, setelah bekerja ak akan datang dan mengajukan cerai. Berbekal uang seadanya ak bersyukur bs sampai di rumah orangtuaku, mrk senang akan kedatanganku krn sudah lama tidak ketemu. Waktu itu badanku kurus kering kayak orang kena narkoba dan pucat wajahku. Mereka hanya bs menghela nafas akan ceritaku yg sesungguhnya selama ak berumahtangga. Mrk akhirnya bs mengerti dan mendukung akan keputusanku yang ingin mengajukan cerai ke istriku. Sambil menunggu kabar ak diterima ato enggaknya bekerja di perusahaan yang pernah ayahku janjikan, ak mendapat kabar klo istriku di gerebeg satu RT kerena memasukkan 2 orang lelaki di kontrakan yang pernah ak tempati. Ak mendengar itu bukannya sedih tp gembira, ternyata itu sebuah petunjuk dr rentetan kejadian dan masalah yang selama ini ak alami. Aku bersyukur di bukakan hatiku yang selama ini ternyata ak kena guna2 dari istriku. Ak br percaya akan hal itu dan bersifat ghoib. Lambat laun badanku mulai berisi dan wajahku mulai memancarkan sinar keceriaan lagi, mendapat pekerjaan dan kehidupan yang normal seorang lelaki.

Cerita diatas sekelumit tentang kisahku yang sedih, dan sekarang aku akan mengajak pembaca untuk bercerita tentang kehidupan sex dengan wanita2 disekelilingku.

Pernah libidoku naik waktu melihat istriku memakai daster yg pendek sehingga terlihat paha mulusnya, lekuk tubuhnya kelihatan sempurna ketika itu istriku lg bermain dng anak2, ak mencoba mendekati dia. Aku cium tengkuk lehernya yg jenjang menyusuri kulit mulusnya, dia melenguh dan berkata.. “Ughhhhhh…..Sayang jangan,ad anak2″…. tp aku makin menjadi, aku remas payudaranya dr belakang, aku gesek2 Penisku di pantat dia dan semakin tegang tanpa sepengetahuan anak2…. dia makin mendesah dan mendesis….. “Aghhhh Sayang kamu nakal”…… sambil mendesah pelan menikmati rabaanku ke payudaranya yang indah, puting susunya semakin mengeras menonjol keluar dan waktu itu dia tidak memakai bra….. Kedua Tanganku mulai msuk di dlm dasternya….Aku remas pelan payudaranya….Aku pilin2 n dan aku putar2 puting susunya dengan jari telunjuk dan ibu jari sesekali ak jepit diantara jariku….. Dia tmbh mendesis kenikmatan..”Oughhhh nikmat sayang”…..dengan suara lirih biar ga kedengeran anak2…. Penisku semakin tegang dan aku gesek2 di belahan pantat istriku yang aduhai walo msh memakai daster tp kliatan menggairahkan…… aku mendesis pelan…. ” Ughhhh nikmat sayang…Ashhhh”…. semakin aku remas payudaranya…. semakin kenikmatan dia….suaranya mendesis lirih membuat aku tambah hot…. “Ashhhhh enak sayang, sambil dia berbisik kepadaku”… Dia ternyata juga menikmati rabaan dan pilinanku di payudaranya yg kencang…. Waktu itu anak2 asyik dengan mainan mereka dan ga terpengaruh ato mungkin tidak mendengar suara papa mama mereka yang nafsunya lg bergelora……. Kemudian aku berbisik kepadanya….”Ma…. ak dah tegang bgt ni,…ughhhh”…. istriku menjawab dengan mata sayu karena terangsang berat….” Iya Pa ….. mama jg dah pingin ditusuk ni, Papa nakal sih”…. Tanganku masih gerilya di dalam daster istriku… tangan dan jariku mulai turun raba n elus lembut perut ramping istriku….Dia benar2 pintar menjaga tubuhnya tetap bagus…. Tangan dan jariku mengarah ke dua paha mulusnya…. Ak usap2, ak eluse…dia kegelian dan mengerang pelan sambil mendesi….”Agghhhhh”…. jariku mulai gesek2 CD nya yg terasa basah…. Ternyata istriku menikmati rangsanganku hingga vaginanya lembab mengeluarkan lendir kawin… Ak usap2 lembut bagian depan CDnya…..dia mengerang kecil….” Oughhhhh Pa ….Enakkkk…..Ughhhh”…. tangan dan jariku menuju selangkangan istriku….. dan ujung jari menelusup dalam CD istriku yg sudah basah…….menyentuh ujung bibir vagina istriku yg terasa lembut, hangat dan bas“Ohhhh… Pa… Enakk,” desahnya, ketika kumasukkan jari-jariku ke dalam lubang vaginanya yang telah basah. Setelah puas memainkan jari-jariku dilubang vaginanya, kulepaskan dekapan dari tubuhnya…. Aku berbisik kepada istriku… ” Ma….. Papa tusuk ya sambil duduk di kusi itu”…. Ak sambil menoleh ke kursi di belang anak2…. Mereka msh asyik bermain dengan mainan yg ak belikan tempo hari dan tidak menghiraukan kami yang lg bergelora…Aku tarik pelan tangan istriku , dia mengangguk setuju…krn dia juga menginginkannya….Dia sudah terangsang berat …. Kami menuju kursi dan kupangku tubuh istriku yang menggemaskan membelakangi aku….Kami masih berpakaian lengkap, ak memakai celana pendek kolor, krn kebiasaan di rmh memakai celana pendek tanpa CD, sehingga klo sewaktu waktu minta jatah istriku tinggal melorotkan saja…..Ak cium tengkuk dia sambil meraba payudaranya yg masih kencang dengan puting yang keras menjulang…. Dia melenguh pelan”Paaaa…..ayo dung masukin penis papa……Mama dah ga tahan dan pingin ditusuk…Ughhhhh”….suara istriku bergetar menahan gejolak birahinya…. Kemudian dia memintaku membantu menggeser CDnya kesamping selangkangannya. Vaginanya telah basah dan mengeluarkan bau yang khas….. Ak menjadi semakin bernafsu, rasanya ingin sekali kujulurkan lidahku dan menjilati lubang vaginanya dari belakang, sambil kuremas-remas pantatnya. Tp karena kondisi yang yang tidak memungkinkan akhirnya aku alihkan pikiranku dan konsentrasi ke selangkangan istriku…..Diraihnya batang penisku, dituntunnya ke lubang vaginanya. Perlahan-lahan dia mulai menurunkan pantatnya. Kurasakan kepala penisku mulai memasuki lubang yang sempit. Penisku serasa dijepit dan dipijit-pijit. Meski agak susah, akhirnya amblas juga seluruh batang penisku ke dalam lubang vaginanya. Perlahan, centi demi centi, penisku memenuhi rongga vaginanya berbarengan dengan rasa nikmat dan hangat disenjataku, Cengkraman vaginanya yang begitu kuat terasa mengurut penisku….istriku terus menggoyangkan pantatnya yang bulat padat, Tanganku memilin kedua putingnya, butir-butir keringat mulai membasahi tubuh kami berdua, tak lama istriku melenguh dan mendesis pelan ”Aghhhh…Paaaa….Mama mo kluaaaarrrr…..dah ga tahan dikerjain papa tadi…Ughhhhh”…….”Mama mo nyampe ni Paaaa……Ughhhhhhh”….. Istriku tambah menaik-turunkan pantatnya, dengan irama pelan. Diiringi desahan-desahan lembut penuh birahi. Sesekali dia memutar-mutar pantatnya, penisku serasa diaduk-aduk dilubang vaginanya. Aku tak mau kalah, kuimbangi gerakkannya dengan menyodok-nyodokkan pantatku ke atas. Seirama gerakkan pantatnya…..Aku mendesi kenikmatan…..”Oughhhh Maaaa…… Papa juga keenakan ni…… Keluar bareng ya Maaaaa” …. Semakin lama semakin cepat istriku menaik turunkan pantatnya. Nafasnya tersengal-sengal. Dan kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin keras….“Ohhhhhg… Paa… Mama… Mau… Keluarr,” desahnya pelann
“Tahan… Ma…… Akuu… Belumm… Mauu,”bisikku.
“Akuu… Tak… Tahann… Sayang,” bisikannya keras.
Tangannya mencengkeram keras pahaku.
“Akuu… Ke… Ke… Luarr… Sayangg,” bisikannya panjang. Dan Istriku mencapai orgasmenya. Istriku tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan. Vaginanya msh berada diatas selangkanganku. Ditekan penisku ke lubang vaginanya. Istriku mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin dalam. Hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Sesaat kemudian istriku mulai menaik turunkan pantatnya. Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan. Kutusuk-tusukkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya. Dan ku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme…..Dan…..“Sayang… Akuu… Ke… Keluarr,” jeritku pelan…Kurasakan penisku berkedut-kedut dan crott! crott! crott! kutumpahkan seluruh spermaku di dalam lubang Vaginanya. “Oughh.. Paaa.. keluar lagi..”
Vaginanya kurasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya msh kerasa. Aku dibuat terbang rasanya. Peniskuku berdenyut keras, ada sesuatu yang telah dimuntahkan oleh penisku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Istriku tlah orgasme yang kedua kalinya…..“Oughhhhhhh..” erangnya pelan…..tubuhnya mengejang kaku, dan wajahnya agak memerah melepas orgasmenya… Semakin cantik kalo melihat istriku sedang orgasme…….”Hmmmmmm…”. Kami berdua telah terpuaskan walo kondisi yang tidak memungkinkan, sebuah pengalaman yang indah. Kami pun cepat membetulkan pakaian masing2, takut ketauan anak2…Untung saja mereka masih bermain main….

Suatu ketika ak habis mandi. Dengan hanya mengenakan handuk yang kulilitkan dipinggangku, aku pergi ke dapur. Membuat secangkir kopi. Sampai didapur kudapati istriku sedang mencuci piring….“Pagi Mamaku syang sambil kecup kepalanya,” sapaku…….Istriku tak menjawab sapaanku. Mukanya cemberut. Aku tak heran, memang sering begitu. Ak memulai buka pembicaraan….“Ada apa sih Ma, kok cemberut begitu,” tanyaku lagi.
“Mama marah sama aku? …..Istriku masih diam saja, membuatku tak enak hati dan bertanya-tanya dalam hati…..“Ok, Ma. Kalau Mama nggak senang, aku nyingkir aja deh,”..kemudia istriku mulai ngomong.
“Mama nggak marah sama Papa ko,” sahutnya sambil menarik tanganku.
“Habis Mama marah sama siapa? Boleh tahu kan Ma ?” tanyaku lagi.
“Ok, Mama akan kasih tahu, tapi jangan bilang sama siapa-siapa ya!,” jawabnya.
“Papa janji Ma,” kataku meyakinkannya.
“Pa….Mama lagi kesal sama Ibu(Ibu mertuaku),” kata Istriku.
“Kesal kenapa Ma?,” selaku.
“Belakangan ini, Ibu sering ngajak mama ribut terus,” katanya sambil merebahkan kepalanya didadaku.
“Setiap aku pingin dekat dengan anak2, Ibuku selalu menolak dan suruh jangan ganggu mereka karena lg asyik bermain( Ibu mertua lg bermain dengan anak2),” imbuhnya
“Mungkin Ibumu lagi lelah asyik tu Ma,” hiburku sambil kuusap-usap rambutnya.
“Ah, masak setiap malam lelah,” sahutnya.
“Mungkin ada yang bisa Papa bantu, untuk menghilangkan kekesalan Mama,” pancingku……”Mumpung anak2 lg sama eyangnya”godaku. Istriku tak menjawab pertanyaanku. Sebagai orang yang cukup berpengalaman soal sex, aku tahu Istriku sangat menginginkan hubungan sexsual. Maka dengan memberanikan diri, kukecup lembut keningnya. Dan kurasakan remasan halus tangannya yang masih memegang tanganku.
Merasa mendapat respon positif, kugerakkan bibirku menciumi kedua pipinya dan berhenti dibelahan bibir mungilnya.Istrikupun membalas kecupanku pada bibirnya dengan kuluman yang hangat, penuh gairah. kukeluarkan lidahku, mencari lidahnya. Kuhisap-hisap dan kusedot-sedot. Kulepaskan tanganku dari genggamannya dan kugerakkan menggerayangi istriku. Dan perlahan-lahan kususupkan tangan kananku kebalik daster tipisnya. Dan kurasakan halusnya punggung Istriku. Sementara tangan kiriku meremas-remas pantatnya yang padat. Istriku melepaskan seluruh pakaiannya. Agar aku lebih leluasa menggerayangi tubuhnya. Setelah semua terlepas maka terpampanglah pemandangan yang luar biasa. Dengan jelas aku bisa melihat buah dadanya yang montok, perutnya yang ramping dan vaginanya yang ditumbuhi bulu halus. Membuat nafsu birahiku semakin menjadi-jadi dan kurasakan penisku menegang. Akupun melepaskan kulumanku pada bibirnya dan dengan sedikit membungkukkan badanku. Aku mulai menjilati buah dadanya yang mulai mengeras, secara bergantian. Puas menjilati buah dadanya, jilatanku kupindahkan ke perutnya. Dan kurasakan halusnya kulit perut Istriku. Istriku tak mau ketinggalan, ditariknya handuk yang melilit dipinggangku. Dengan sekali sentakan saja, handukku terlepas.

“Ahhhhh sayang, dah ngaceng penismu,” decaknya kagum, sambil memandangi penisku yang telah menegang dan mengacung-ngacung setelah handukku terlepas. Istriku menggerakkan tangannya, meraih batang penisku. Diusap-usapnya dengan lembut kemudian dikocok-kocoknya, membuat batang penisku semakin mengeras.

Tak terasa sudah dua puluh menit berlalu, Kusudahi jilatanku pada perutnya. Kuangkat tubuhnya dan kududukkan diatas meja dapur. Kedua pahanya kubuka lebar-lebar. Dan terpampanglah di depanku bukit kecil yang dicukur bersih. Bibir vagina yang memerah dengan sebuah daging kecil yang tersembul diatasnya. Kubungkukkan tubuhku dan kudekatkan wajahku ke selangkangannya. Dan aku mulai menjilati pahanya yang putih mulus, dihiasi bulu-bulu halus. Sambil tanganku meraba-raba vaginanya. Beberapa menit berlalu, kupindahkan jilatanku dari pahanya ke vaginanya. Mula-mula kujilati bibir vaginanya, terus kebagian dalam vaginanya. Lidahku menari-nari didalam lubang vaginanya yang basah……….“Ohhhhh… terus… Paa… terus… Niiiik… Matt,” serunya tertahan. Membuatku semakin bersemangat menjilati lubang vaginanya. Kusedot-sedot klitorisnya. Pantat istriku terangkat-angkat menerima jilatanku. Ditariknya kepalaku, dibenamkannya pada selangkangannya……….“Ahhhhh… Sayang… Aku… ga… Tahan… Masukin Paa… Masukin penismu………,” pintanya mengiba. Kuturuti kemauannya. Aku kemudian berdiri. Kuangkat kedua kakinya tinggi-tinggi, hingga ujung jari kakinya berada diatas bahuku. Kudekatkan penisku keselangkangannya. Istriku meraih penisku dan menuntunnya ke lubang vaginanya. Kudorong maju pantatku hingga kepala penisku masuk ke lubang vaginanya. Aku diam sejenak mengatur posisi supaya lebih nyaman, lalu kudorong pantatku lebih keras, membuat seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Kurasakan penisku dijepit dan dipijit-pijit lubang vaginanya yang sempit. Vaginanya penuh sesak karena batang penisku.“Ouuuuggghhh… Pelan-pelan… Paa… penismu enak sekali….,” pekiknya, ketika aku mulai memaju mundurkan pantatku, membuat penisku keluar masuk dari lubang vaginanya. Tak terasa sudah tiga puluh menit aku memaju mundurkan pantatku. Dan kurasakan vagina istriku berkedut-kedut. Dan otot-otot vaginanya menegang……..“Ohhhhhhh… sayang… Aku… Keluarr… Sayang,” teriaknya lantang. Sedetik kemudian kurasakan cairan hangat keluar dari vaginanya. Dan Istriku mencapai orgasmenya. Istriku tahu kalau aku belum mencapai puncak kenikmatan. Dia turun dari atas meja dapur. Kemudian berjongkok dihadapanku. Diraihnya penisku dan dikocok-kocok dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meremas-remas buah pelirku…….“Agggghhhhh… Maa… Enak… Niiikk… Maatttt… terus,” seruku, ketika Istriku mulai menjilati batang penisku. Dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya. Mataku merem melek merasakan nikmatnya jilatan Istriku. Aku semakin merasa nikmat ketika Istriku memasukkan penisku ke mulutnya yang mungil. Dan mulai mengulum batang penisku. Istriku memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar masuk dari mulutnya. Sementara tangannya mengocok-ngocok pangkal penisku……..“Ooughhhhhh… Maaa… Akuu… ga… Tahan,” teriakku. Dan kurasakan penisku berkedut-kedut semakin lama semakin cepat. Kujambak pelan rambutnya dan kubenamkan kepalanya diselangkanganku…….“Maaa… Akuu… Ke… Luarr,” teriakku lagi lebih keras. Istriku semakin cepat memaju mundurkan mulutnya. Dan crott! crott! crott! penisku memuntahkan sperma yang sangat banyak di mulutnya. Istrikupun menelannya tanpa ragu-ragu. Dan tanpa rasa jijik sedikitpun dia menjilati sisa-sisa spermaku sampai bersih……“Terimakasih Papaku sayang, Papa telah memberiku kepuasan,” pujinya sambil tersenyum.
“Sama-sama Mamaku cantik, aku juga sangat puas,” sahutku.
“Mama masih mau lagi kan,” tanyaku.
“Mau dong, tapi kita mandi dulu yuk,” ajaknya. Kemudian kami meraih pakaian masing-masing untuk selanjutnya bersama-sama pergi ke kamar mandi membersihkan badan. Sehabis mandi, masih sama-sama telanjang, kubopong tubuhnya menuju ruang tamu. Aku ingin melaksanakan impianku selama ini, yaitu bersetubuh sepuasnya mumpung anak2 ga ada…….“Pa… Jangan disini sayang, nanti dilihat orang,” protesnya.
“Kan nggak ada siapa-siapa di rumah ini kecuali kita berdua,” sahutku. Istrikupun tidak protes lagi, mendengar jawabanku. Sambil berdiri kupeluk erat tubuhnya. Kulumat bibirnya. Istriku membalas lumatan bibirku dengan pagutan-pagutan hangat. Cukup lama kami bercumbu, kemudian aku duduk dikursi sofa. Dan kusuruh Istriku berjongkok dihadapanku. Istriku tahu maksudku. Diraihnya batang penisku yang masih layu. Dielus-elusnya lembut kemudian dikocok-kocok dengan tangannya. Setelah penisku mengeras Istriku menyudahi kocokannya, dia mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Lidahnya dijulurkan dan mulai menjilati kepala penisku. Lidahnya berputar-putar dikepala penisku, kemudian turun kepangkalnya…..“Oouuggghhhh… terus… Maa… Nikmat banget,” desahku…….“Isepp… Maa… Iseppp,” pintaku. Istriku menuruti kemauanku. Dimasukkannya penisku kemulutnya. Hampir sepertiga batang penisku masuk ke mulutnya. Sambil tersenyum padaku, dia mulai memaju mundurkan mulutnya, membuat penisku maju keluar masuk dimulutnya…..“Maa… Aku… Tak… Tahan,” seruku. Istriku kemudian naik ke pangkuanku. Vaginanya pas berada diatas selangkanganku. Diraihnya penisku dan dibimbingnya ke lubang vaginanya. Istriku mulai menurunkan pantatnya, sedikit demi sedikit batang penisku masuk ke lubang vaginanya semakin lama semakin dalam. Hingga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Sesaat kemudian Istriku mulai menaik turunkan pantatnya. Sesekali digoyang-goyangkan pantatnya kekiri-kekanan. Aku tak mau kalah, kusodok-sodokkan pantatku ke atas seirama dengan goyangan pantatnya….“Uuuuuhhhhhh… Paa… Aku… Mauu… Ke… luarr,” teriaknya setelah hampir sepuluh menit menggoyang tubuhku. Dan kurasakan otot-otot vaginanya menegang. Tangannya mencengkeram dadaku dengan keras. Sesaat kemudian kurasakan cairan hangat merembes dilubang vaginanya…..“Mama tak ingin mengecewakanmu Pa,” katanya sambil tersenyum. Dia menarik penisku keluar dari lubang vaginanya, kemudian memasukkannya ke lubang vaginanya dengan posisi duduk membelakangiku. Istriku rupanya tahu kesenanganku. Meski agak susah, akhirnya bisa juga seluruh batang penisku masuk ke lubang vaginanya. Perlahan tapi pasti Istriku mulai menaik turunkan pantatnya. Membuatku merasakan nikmat yang tiada taranya. Cukup lama Istriku menggoyang-goyangkan pantatnya, kemudian kami berganti posisi. Kusuruh dia menungging, membelakangiku dengan tangan bertumpu pada kursi taman. Kugenggam penisku dan kuarahkan tepat ke lubang vaginanya. Kudorong sedikit demi sedikit, sampai seluruhnya amblas tertelan lubang vaginanya. Lalu kudorong pantatku maju mundur. Kurasakan nikmatnya lubang vagina Istriku. Sambil gesek2 klitorisnya dengan jari-jariku. Membuat nafsu birahi Istriku bangkit lagi. Istriku mengimbangi gerakkanku dengan mendorong-dorong pantatnya seirama gerakkan pantatku. Aku semakin mempercepat gerakkan pantatku, ketika kurasakan akan mencapai orgasme. Demikian juga jari-jariku semakin cepat gesekan ke klitorisnya….“Maa… Maaa… Akuu… Mau… Keluar,” seruku……“Akuu… Juga… Paaa,” sahutnya. Dan dalam waktu yang hampir bersamaan, kami mencapai orgasme. Kutarik penisku dari lubang vaginanya, dan kutumpahkan spermaku dipunggungnya. Istriku kemudian membalikkan badannya dan berdiri, sambil memintaku duduk kursi sofa. Didekatkannya selangkangannya kewajahku. Ditariknya rambutku dan dibenamkannya kepalaku keselangkangannya. Dan akupun mulai menjilati vaginanya sambil duduk. Kuhisap dan kusedot-sedot cairan hangat yang keluar dari lubang vaginanya. Istriku sangat puas dengan perlakuanku.

Hari itu kami melakukan persetubuhan sampai puas, dengan berbagai macam gaya . Sungguh luar biasa Istriku, meskipun janda. Tapi dalam soal bersetubuh dia tak kalah dengan seorang gadis. Memang sungguh nikmat Istriku. Vagina dan mulutnyanya sama nikmatnya. Membuatku ketagihan menyetubuhinya. Meskipun kita suami istri, tapi penuh variasi, sperma tidak selalu dikeluarkan di dalam vagina.

Percintaan dan persetubuhan dengan Istriku sekarang hanya tinggal kenangan, setelah bercerai ak masih melakukan aktifitas sex walo tidak terlalu sering dengan wanita2 yang ak kenal. Banyak variasi dan pengalaman. Waktu di kota Yogya ak berkenalan dengan seorang wanita di salah satu perusahaan tempat kerjaku. Namanya Vira. Kami mulai akrab dan sering ketemu, pada suatu waktu ak main ke tempat kosnya. Dan ditempat kos dia itu terkenal bebas, banyak pasangan muda mudi yang asyik dengan pasangan masing2. ak ngiri melihat mereka.

Dan Nafsu birahiku tak tertahankan lagi, penisku menegang dibalik celanaku. Tanpa sadar kupeluk tubuh Vira yang berdiri di depanku. Vira diam saja dan membiarkanku memeluknya. Malah tangan dibawa ke belakang dan disusupkan ke balik celanaku. Mendapat perlakuan seperti itu, nafsuku semakin memuncak dan penisku semakin menegang. Apalagi saat Vira menggerak-gerakkan tangannya mengocok-ngocok batang penisku, membuat nafsu birahiku semakin tinggi. Kususupkan tanganku ke balik celana dalamnya. Dapat kurasakan vaginanya yang telah basah, pertanda Vira juga bangkit nafsu birahinya. Kucucuk-cucuk vaginanya dengan jari-jariku. Dia mendesah penuh nafsu. Vira mengimbangi dengan semakin cepat mengocok-ngocok penisku. Sekitar sepuluh menit Vira mengocok penisku. Vira kemudian menyudahi kocokkannya dan membalikkan badannya, menghadap ke arahku. Ditariknya celanaku hingga terlepas. Setelah celanaku terlepas, keluarlah penisku yang tegang penuh dan mengacung-acung dengan bebasnya. Vira terpukau melihat penisku yang bengkok. Vira kemudian berjongkok dikakiku, wajahnya berada pas di depan selangkanganku. Vira mendekatkan mulutnya kebatang penisku. Mula-mula dia menjilati penisku dari kepala hingga pangkalnya. Terus dia mulai mengulum dan menghisap kepala penisku. Kemudian sedikit demi sedikit batang penisku dimasukkannya ke dalam mulutnya sampai kepala penisku menyodok ujung mulutnya. Dan mulutnya penuh sesak oleh batang penisku. Dengan lihainya, Vira mulai memaju-mundurkan mulutnya, membuat penisku keluar-masuk dari dalam mulutnya. Mataku merem-melek merasakan nikmat dan badanku serasa panas dingin merasakan kuluman di penisku. Vira sangat lihai mengulum penisku. Kudorong maju pantatku dan membenamkan kepalanya ke selangkanganku. Sekitar sepuluh menit berlalu Vira menyudahi kulumannya, dan melepaskan seluruh pakaiannya. Kemudian dia berdiri menghadap ke dinding……“Oougghhhhh… Aggghhhhh… Akuu… nggak tahann… Sayang,” serunya tertahan.
“Tusukkk aku… Tussukk… Say,” imbuhnya. Kutarik sget,” desahnya sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum padaku, tak menghentikan sodokkanku pada Vira.
“Aku… jugaa… Sayang,” sahutku. Sementara itu, aku semakin cepat memaju-mundurkan pantatku, membuat Vira berteriak-teriak saking nikmatnya. Kurasakan vaginanya berkedut-kedut semakin lama semakin cepat dan menjepit penisku….“Sayyy… Saayyaaangg… Akuu… Mauu… Keluarr,” teriaknya panjang.
“Tahann… Say… Aku… Belum… Apa-apa,” sahutku.
“Aaaagggghhhh… Akuu… ga… Tahan… Sayang… Akuu,” jawabnya terputus dan vaginanya semakin keras menjepit penisku. Tak lama kemudian Vira mencapai orgasme. Kurasakan ada cairan-cairan yang merembes didinding vaginanya. Kucabut penisku dari lubang vaginanya dan kusuruh dia berjongkok dihadapanku. Kujambak rambutnya dan kubenamkan kepalanya keselangkangku. Vira mengerti maksudku. Dia mulai menjilati dan menghisap-isap penisku lalu mengulumnya. Sambil tangan kirinya mengusap-usap buah pelirku. Lidahnya dijulurkan untuk menjilati buah pelirku. Tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal penisku. Secara bergantian tangan kanan kiri Vira, mengocok-ngocok, bibir dan mulutnya menjilati dan mengulum penisku. Penisku keluar dari mulut Vira kemudiam masuk ke mulutnya lagi, kemudian keluar dari mulut Vira lalu masuk kemulutnya lagi, begitulah seterusnya. Hingga kurasakan penisku berkedut-kedut……“Saaayyyyy… Akuu… Mauu… Ke… Keluarr,” jeritku.
“Keluarin di mulutku Sayang,” sahut Vira lembut……..Dan crott! crott! crott! Spermaku muntah dimulut Vira yang sedang kebagian mengulum. Vira menelan spermaku tanpa rasa jijik sedikitpun. Kemudian penisku kembali dimasukkan ke mulutnya. Dan sisa-sisa spermaku dihisap dan dijilatinya sampai bersih….“Kamu puas Sayang,” kata Vira.
“Puas sekali Say, km memang luar biasa,” sahutku.
“Kamu mau yang lebih seru nggak,”kata Vira.
“Mau, mau …….Say,”sahutku……Vira menyuruhku tidur terlentang diranjang, kemudian menarik kakiku, hingga pantatku berada ditepi ranjang dan kakiku menjuntai kelantai. Lalu Vira berjongkok dilantai dengan wajah berada pas di depan selangkanganku. Vira mulai mengusap-usap dan mengocok-ngocok batang penisku yang masih layu, sehabis orgasme. Kurasakan sedikit ngilu tetapi kutahan. Vira menyudahi usapan dan kocokannya. Dan mulai menjilati dan menghisap-isap penisku dimulai dari kepala hingga pangkal penisku dijilatinya. Lidahnya berputar-putar dan menari-nari diatas batang penisku. Puas menjilati penisku, Vira kemudian memasukkan penisku ke mulutnya. Hampir seluruh batang penisku masuk kemulutnya. Dan kurasakan sedikit demi sedikit penisku mulai menegang didalam mulutnya, hingga mulutnya penuh sesak oleh batang penisku yang sudah tegang penuh. Vira sangat pintar membangkitkan birahiku. Mulutnya maju mundur mengulum penisku. Pipinya sampai kempot, saking semangatnya mengulum penisku. Vira nafsunya bangkit lagi. Dia meraba-raba dan memasukkan jari-jari tangan kirinya ke dalam vaginanya sendiri, sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah dadanya hingga mengeras dan padat. Diiringi desahan-desahan penuh birahi disela sela kuluman penisku. Dia ternyata ga tahan juga, setelah puas mainin penisku dengan mulut dan lidahnya serta puas bermain-main dengan vagina dan buah dadanya sendiri, Vira kemudian naik ke atas tubuhku. Dan mengangkangi wajahku. Lubang vaginanya berada pas diatas wajahku. Dia menurunkan pantatnya, hingga bibir vaginanya menyentuh mulutku. Kujulurkan lidahku untuk menjilati vaginanya yang telah basah. Kucucuk-cucuk dan kusedot-sedot klitorisnya, dia mengerang-erang merasakan nikmat. Vira menarik rambutku, membenamkan wajahku diselangkangannya. Kepalaku dijepit dengan kedua paha mulusnya. Pasrah.
Dengan kedua jariku, kubuka vaginanya dan terlihat klitorisnya yang merah
merekah. Basah. Sungguh indah dan mengeluarkan bau yang khas. Kujulurkan lidahku di sekitar
pahanya sebelum mencapai klitorisnya. Vira mendesis desis dan mulai
meracau dan terlihat seksi sekali. “Ayo, Sayang.. jangan buat ak tersiksa..
terus ke tengah sayang..” Aku malah menjilat bagian deket anusnya membuat dia
uringan uringan dan makin bernafsu. Bermain sex memang perlu teknik dan
kesabaran tinggi yang membuat wanita merasa di awang awang. “Sayyyy.. gila
enek bangett….ke bawah sayang.. please..” “Hmm.. iya nih, ak suka banget
melihat vagina yang indah ini sayang” kataku terengah engah. Akhirnya
lidahku hinggap di labia mayoranya. Kusibak dengan lembut rimbunan hutan
yang sudah becek itu. Kuhirup cairan yang meleleh di sela selanya.
Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Akibatnya pantatnya
terangkat tinggi dan Vira menjerit nikmat. Lidahku terus merojok sampai ke
dalam dalamnya. Kuangkat pantatnya dan kupandangi, lalu kusedot lagi. Vira
berteriak teriak nikmat. Aku jadi kuatir kalau suaranya sampai keluar.…. “Tenang sayang, perang baru dimulai..” Kataku berbisik. “Sayang kita 69 yuk….?’ Dia mengangguk dan perlahan aku putar posisi menjadi 69. Posisi yang paling aku sukai karena dengan demikian seluruh isi vaginanya terlihat indah. Batangku yang bengkok juga sudah terbenam di bibirnya yang mungil dan terasa hangat serta nikmat sekali. Kutahan agar aku tidak meletus duluan. “Punya kamu enak Sayang..” …… “Iya, sayang punya kamu
lebih enak dan baguss sekali..” kataku terengah engah. “Uhhhh, becek
sayang..” Aku lanjutkan menjilat seluruh permukaan memeknya dari bawah.
Uh, benar pembaca, siapa tahan melihat barang bagus dan cantik ini. Yang
luar biasa warna bibir vaginanya merah muda merekah. Bentuk kemaluannya menggelembung. “Ak ga tahan Say, cepetan Sayang..”
Aku percaya jika sudah mencapai orgasme
dia justru akan berterima kasih dan menginginkannya lagi. Kembali
kujelajahi kemaluannya. Cepat cepat aku jilat berulang ulang klitorisnya.
Dan pembaca, apa kataku, pantatnya tiba tiba menekan keras wajahku
dan mengejang beberapa kali..lalu mengendur. “Uuhh.. Ak nyampe Saayyy …..yyaangg..
aahh.. uhh.. uhh..” Masih dalam posisi 69, Vira terdiam sesaat, kulihat
kemaluannya masih merekah merah. Perlahan ia mulai bangkit dan mngecup
bibirku. “Sorry sayang, Ak duluan..”… “ Ga pa pa sayang”..” kamu merasa
mendingan?” Ia mengangguk, memelukku dan mencium bibirku. “Terima kasih
Sayang, km emang hebat”. Kami mengobrol sebentar namun
tangannya masih menyentuh nyentuh batangku. Ia mengambilkanku minuman dan menyorongkan gelas ke bibirku. Ketika
tegukan terakhir habis, bibirku perlahan mengulum bibirnya. Putingnya
mulai mengeras dan aku mulai aksi sedot menyedot seperti bayi. Vira
kembali menggelijang. Aku bisikkan perlahan, “Vira.. ak pengen
menggendong kamu sayang”. “Hmm..mulai nakal ya..” katanya dan merentangkan
tangannya. Aku peluk dan angkat dia lalu kusenderkan ke dinding dekat meja
rias. Dari balik cermin kulihat pantatnya yang montok dan mulus itu,
membuat gairahku meledak ledak. Dengan posisi berdiri, tubuhnya sungguh
seksi. Aku perhatikan dari atas ke bawah, sungguh proporsional tubuhnya.
Segera kusedot putingnya dan jariku sebelah kiri segera mengelus rimbunan
hutan lebatnya. Basah, hmm..dia mulai naik lagi. Klitorisnya kupilin pilin
pelan dan Vira mendesis seperti ular. Making love sambil berdiri adalah
posisi favoritku selain 69. Perlahan sebelah kakinya kuangkat ke kursi pendek meja rias dan terlihatlah belahan vaginanyanya yang merah merekah, indah dan seksi sekali
Kuturunkan kepalaku dan segera kutelusuri paha bawahnya dengan lidahku.
Dari bawah aku lihat wajahnya mendongak ke atas menahankan nikmat. Sungguh
saat itu Vira kelihatan sangat seksi. Sebelum lidahku mencapai
klitorisnya, aku sibakkan labia mayoranya dengan kedua Ibu jari. Hmm..
sungguh harum. “Cepat Sayang.. ak udah gak tahan.. jilat sayang.. jilat..”
Benar benar nikmat melihatnya tersiksa, namun sebetulnya aku lebih
tersiksa lagi karena batangku sudah mengeras bagaikan batu. Aku nyaris tak
bisa menahan klimaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua
kalinya. Benar saja, begitu lidahku menyedot klitorisnya, Vira langsung
mengejang dan berteriak pertanda orgasme. Kusedot habis cairannya. Luar biasa, aku menikmati ekspresinya ketika mencapai orgasme dan itu
jugalah puncak orgasmeku. Cepat aku berdiri dan aku tekan batangku ke sela
sela pahanya dan seketika muncratlah semua. crott.. crott..! Uuahh.. “Ooughhhh
Sayangggg, kita keluar bersamaan sayang..” “Iya, enak banget Say.. km membuat
ak melayang……” “Sama.., Sayang …ak berterima kasih..” “Ak sayang
kamu juga.” ….kemudian ak mencium kening dan bibirnya dengan lembut.

Para Pembaca…..Begitulah ceritanya. Tak selamanya seks harus
kluar masuk vagina ato lobang yang lain. Setelah kejadian itu Vira makin ketagihan. Dia sangat terkesan bisa mencapai orgasme berkali kali di atas bibir dan lidahku. Dia juga menyukai posisi 69 dan posisi berdiri yang bisa mirip 69. Kadang kadang
aku datang ke kosnya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahi
area2 sensitifnya secara cepat dan efisien. Dan pada saat yang sama
aku juga mencapai orgasme. Masih ada Cathrine, Fitri, Anna, Anty, Dewi, Sofie, Shinta, Cynthia, Maya, Nita , Anne dan Amel, msh beberapa wanita yang tidak ak sebutkan di sini, yang ketagihan seperti Vira. Ada jg beberapa wanita yang ak puaskan itu memberi materi(uang) ke ak untuk mengucapkan terimakasih, sering ak tolak tp mereka malah marah n ngambek. Pada intinya bukan materi yang ak cari, sebuah kepuasan dan seni bercinta yang didasari suka sama suka dan saling Take and Give. Aku selalu bilang pada wanita2 berpendidikan itu bahwa suatu saat akan pasti ketemu lagi.